Tips & Teknik Foto Dokumenter

Tips & Teknik Foto Dokumenter

Pada dasarnya fotografi dokumenter adalah kumpulan potret realita yang terjadi di sekitar kita. Foto Dokumentar adalah gambaran dunia nyata yang disampaikan melalui media fotografi, sehingga mudah dipahami oleh para penikmat foto.

Awal mula dari foto dokumenter tidak lepas dari peran fotografer Jacob Riis, Jacob merupakan seorang jurnalis yang senang memotret kehidupan perkotaan sehingga membuat buku How the Other Half Lives dan buku The Childern of the Slums.

Hasil foto dari Jacob Riis banyak menginspirasi fotografer lain dalam membuat foto dokumenter dengan mengangkat kisah penderitaan, sosial, kemiskinan dan tempat kumuh.

Dalam membuat foto dokumenter tidak terikat dengan tenggat waktu publikasi. Dengan seperti itu para fotografer dokumenter bisa mengatur kapan saja projek foto tersebut selesai.

Nah untuk mendapatkan foto dokumenter yang menarik, pada artikel ini kami akan membahas mengenai tips & trik foto dokumenter, simak dengan baik.

6 Tips Memotret Foto Dokumenter Supaya Menarik

tips-foto-dokumenter

Berikut ini adalah 6 tips yang bisa anda gunakan saat memotret foto dokumenter, antara lain.

1. Memilih Topik

Pilihlah topik foto dokumenter yang ada di sekitar anda, anda bisa memulai dengan mendokumentasikan kehidupan keluaarga anda. Tapik tersebut adalah sebuah modal, sehingga anda bisa lebih fokus untuk mengerjakan projek foto dokumenter.

Topik mengenai foto dokumenter bisa anda peroleh dari mana saja, misalnya saja seperti dari jalan, fenomena sosial, dan tingkah laku orang disekitar anda. Selain itu foto dokumenter juga bisa anda ambil dari pengalaman pribadi.

2. Riset

Setelah menentukan topik yang ingin anda ambil, lalu langkah selanjutnya anda bisa melakukan riset supaya foto dokumenter anda berhasil. Riset adalah salah satu hal yang sangat penting untuk menghasilkan foto dokumenter dengan cerita yang kuat. Tanpa berbekal informasi riset, anda akan hanya menghabiskan waktu, biaya, dan energi untuk menyelesaikan foto dokumenter.

Riset sangat penting untuk anda lakukan, di dalam riset anda harus mengumpulkan sebanyak mungkin informasi menggunakan metode 5W+1H.

Baca Juga: Tips Foto Jurnalistik

3. Persiapan

Suatu projek foto dokumenter bisa berjalan lancar jika anda sudah memiliki kesiapan dalam mengerjakan foto dokumenter. Persiapan di sini bisa meliputi peralatan apa saja yang akan anda gunakan untuk mengerjakan projek foto dokumenter.

Tapi jika anda belum memiliki perlengkapan yang memadai, tentu saja tidak apa-apa, karena anda bisa menggunakan peralatan yang ada saja. Atau jika anda ingin menggunakan peralatan yang memadai, anda bisa menyewa peralatan kamera untuk menunjang pengerjaan projek foto dokumenter.

4. Proses Memotret

Saat melakukan pengambilan gambar, ambillah gambar sebanyak mungkin mengenai tema foto dokumenter yang anda pilih. Dan perlu anda ingat, jangan terburu-buru menghapus foto yang anda ambil tadi.

Kenapa foto yang kita ambil sebaiknya tidak dihapus terlebih dahulu? Hal tersebut dikarenakan foto tersebut bisa digunakan untuk menghubungkan foto satu dengan foto yang lain. Atau bisa juga tema yang anda pilih akan menjadi lebih kuat jika menggunakan foto yang anda anggap tidak bagus tersebut.

5. Editing

Setelah proses pengambilan gambar, tahap yang selanjutnya adalah editing. Editing adalah proses melakukan seleksi pada foto untuk disusun menjadi satu kesatuan.

Saat melakukan proses editing, pilih foto dan pikirkan caption yang bisa mendeskripsikan foto dokumenter anda.

6. Teks

Sebuah foto akan mempunyai nilai yang sangat penting karena merekam informasi yang ada di dalamnya. Nah untuk mendapatkan nilai yang penting tersebut anda harus melengkapi foto dengan teks/caption.

Narasi yang sesuai bisa membuat sebuah foto menyampaikan emosi yang kuat terhadap yang melihat foto tersebut. Atau bahkan kisah paling sederhana bisa menjadi fenomenal karena foto dokumenter yang anda buat.

Baca Juga: Jenis-Jenis fotografi

Nah itulah 6 (enam) Tips dan Teknik Foto Dokumenter yang wajib anda pelajari sebelum memotret foto dokumenter. Jika anda masih bingung, silahkan tulis pertanyaan anda di kolom komentar.