Tips Fotografi Pernikahan

Sebelum masuk ke tahap pemotretan alangkah baiknya pahami dulu tips fotografi pernikahan agar hasilnya tidak mengecewakan pengantin nantinya pada saat penyerahan foto.

Apabila masih pemula dan sedang mencari cara menjadi fotografer pernikahan maka sangat tepat untuk mampir ke dalam artikel ini, karena tips ini ditujukan kepada orang yang masih pemula.

Menjadi fotografer pernikahan sangatlah menyenangkan, walaupun saya bukan seorang fotografer namun keliatannya cukup mengasikkan. Terlebih harga fotografer itu sendiri sangat cukup untuk membeli makanan di mall.

Harga sewa fotografer pernikahan biasanya dimulai dari Rp700.000. Bayangkan saja, satu hari anda disewa untuk memotret saja sudah dapat Rp700.000, lalu bagaiamana jika dapet job lainnya? menguntungkan bukan.

Untuk mendapatkan client sebanyak itu tentu saja harus memiliki kualitas yang tinggi agar dilirik oleh para calon pengantin. Untuk itu silahkan pelajari tips fotografi pernikahan yang baik.

Tapi sebelum belajar fotografi pernikahan, ada baiknya jika kamu mengetahui terlebih dahulu mengenai Segitiga Exposure Fotografi, jika sudah silahkan lanjutkan memelajari fotografi pernikahan.

1. Buatlah Daftar Fotografi Pernikahan

Sebelum hari pernikahan tiba alangkah baiknya melakukan komunikasi dengan pengantin, tanyakan momen apa saja dan ketika apa yang sangat mereka ingin untuk diabadikan.

Kemudian catatlah ke dalam buku kecil supaya tidak lupa nantinya. Mengapa harus membuat daftar? karena jika ada momen yang diinginkan oleh pengantin namun kalian sebagai fotografer tidak mengambilnya maka mereka akan kecewa.

2. Memilih Koordinator Fotografi

Dalam pernikahan biasanya akan ada sesi foto setiap keluarga dengan pengantin diatas pelaminan. Hal ini tentu saja akan membingungkan seorang fotografer, karena ia tidak kenal dengan setiap anggota keluarganya.

Jadi disarankan untuk memilih seseorang untuk dijadikan sebagai koordinator foto yang tentu saja harus mengenal seluruh anggota keluarganya. Jika seperti itu tidak perlu bingung lagi untuk mengumpulkan keluarga yang ingin berfoto.

3. Pelajari Lokasi Acara

Datanglah ke lokasi sebelum acara pernikahan dimulai untuk mempelajari bagaiamana dan seperti apa tempat yang strategis untuk dijadikan tempat pengambilan gambar.

Jangan lupa untuk menghindari lampu sorot yang ada agar hasilnya tidak terhalang oleh lampu tersebut, pakailah angel kamera yang sesuai dengan lokasi. Sebaiknya pahami dulu mengenai macam-macam angel fotografi.

4. Mengetahui Susunan Acara

Mengetahui susunan acara menjadi poin penting bagi fotografi pernikahan. Dengan mengetahui susunan acara, seorang fotografer dapat membuat rencana apa saja yang harus dilakukan.

Baca juga: Preset Lightroom Wedding Kekinian

5. Memilih Lensa yang Tepat

Pernikahan merupakan acara yang sangat penting yang dilakukan sekali dalam seumur hidup, sehingga seorang fotografer harus memberikan yang terbaik dengan menggunakan lensa yang tepat.

Apabila dana masih terbatas, bisa menggunakan lensa kit seperti 18-55mm. 15-85mm atau 18-200mm. Dengan lensa seperti itu sudah cukup bagus untuk menghasilkan gambar yang baik.

Namun jika ingin memberikan yang paling terbaik bisa menggunakan lensa semacam 24-70mm f/2.8 dan/atau 70-200mm f/2.8. Dan biasanya seorang fotografer pernikahan menggunakan lensa tersebut.

6. Ambilah Foto Sebanyak-banyaknya

Jangan ragu untuk mengambil banyak foto, siapkan memori penyimpanan yang lebih besar agar bisa menampung lebih banyak foto ke dalam kamera yang digunakan.

Tujuannya ialah untuk mendapatkan hasil yang lebih banyak sehingga kalian tidak perlu pusing ketika ada foto yang hasilnya kurang bagus, cukup cek hasil lainnya saja.

7. Menggunakan Format RAW

Tips fotografi pernikahan selanjutnya ialah menggunakan format RAW dalam pengambilan gambar, karena memiliki keuntungan yang lebih banyak dibandingkan dengan formant jpg atau jpeg.

Apa salah satu keuntungannya? salah satunya ialah lebih leluasa dalam mengedit foto tanpa harus mengorbankan kualitasnya. Banyak yang bisa edit lagi seperti pencahyaan, fill light, recovery dan lainnya yang memungkinkan.

8. Memakai Dua Kamera

Fotografi pernikahan biasanya membawa dua kamera atau lebih dengan jenis lensa yang berbeda. Lensa yang bisa dipakai ialah lensa wide dan zoom yang pastinya memiliki fungsi yang berbeda pula.

Selain lensa yang berbeda, kelebihan lain memakai dua kamera ialah apabila ada kerusakan yang tiba-tiba, atau bisa saja baterai yang habis karena keluarga yang ingin berfoto cukup banyak.

9. Jangan Malu-Malu

Tips Fotografi Pernikahan

Malu tidak akan membuat dirimu berkembang, hasil dari foto yang dipotret pun tidak akan bagus nantinya akibat dari sifat malu tersebut. Jadi beranikan diri untuk memotret sebuah momen.

Jangan malu untuk berpindah-pindah, carilah posisi yang tepat untuk memotret setiap momen yang bagus. Namun jangan sampai menganggu jalannya acara, jadi bergeraklah dengan efektif.

Jangan sampai kehilangan momen yang tepat karena akan merugikan bagi si pengantin, oleh karena itu gunakanlah insting kalian. Dan ingat jangan malu tapi tetap harus bersifat sopan dan santun.

10. Senyum dengan Ramah

Tips fotografi pernikahan berikutnya ialah bersenyum dengan ramah kepada para tamu undangan dan keluarga pengantin, karena hal tersebutlah yang mencerinkan diri kamu.

Ketika mengarahkan orang untuk berfoto, berbicaralah dengan ramah dan senyum agar si orang yang diarahkan bisa rileks, sehingga hasilnya lebih memuaskan akibat tidak adanya ketegangan.

Teknik fotografi pernikahan tergantung oleh diri kalian sendiri, apakah ingin berkembang atau tidak? jika ingin maka teruslah berlatih. Kuatkanlah insting untuk mengambil gambar dengan momen yang tepat.

Leave a Comment